
Perkedel kentang, satu hidangan pendamping yang tidak hanya terkenal di Indonesia, namun juga di berbagai negara di dunia.Perkedel diberi nama demikian karena memiliki akar kata dari Belanda, yaitu “frikadel” atau “frikadelletje.” Awalnya, bangsa Belanda memperkenalkan perkedel dan kemudian masyarakat Indonesia menerimanya dengan baik.
Dalam bahasa Jawa, “perkedel” berarti “goreng-goreng” atau “menggoreng.” Seiring waktu, hidangan ini menjadi populer di seluruh Indonesia dan memiliki berbagai variasi, termasuk perkedel kentang, perkedel jagung, dan perkedel lainnya, yang menggunakan bahan dasar yang berbeda. Tidak hanya itu, perkedel kentang juga cocok dipadukan dengan ragam protein. Dari daging ayam, sapi, hingga seafood pasti cocok.
Cara Membuat Perkedel Kentang Agar Tidak Hancur
- Pilih Kentang yang Tepat: Gunakan kentang jenis yang cocok untuk perkedel, seperti kentang jenis waxy (kentang yang lebih padat dan kurang mengandung air). Hindari kentang jenis mealy yang lebih mudah hancur.
- Rebus Kentang dengan Benar: Rebus potongan kentang dalam air mendidih hingga lunak, tetapi jangan sampai terlalu lembek. Anda dapat memeriksanya dengan menusukkan garpu. Tiriskan dengan Baik: Setelah merebus, tiriskan kentang dengan baik dan biarkan dingin.



- Gunakan Tepung atau Pengikat: Untuk membantu perkedel tetap padat, Anda bisa menambahkan pengikat seperti tepung terigu atau tepung maizena ke dalam adonan. Tepung ini akan membantu mengikat bahan-bahan dan mencegah perkedel hancur.
- Jangan Berlebihan Mengolah Adonan: Saat mencampurkan bahan-bahan, hindari mengolah adonan terlalu lama atau terlalu kuat. Cukup aduk hingga semua bahan tercampur rata.
- Bentuk dengan Lembut: Saat membentuk perkedel, lakukan dengan lembut. Hindari menekan terlalu keras, karena tekanan berlebihan bisa membuat perkedel menjadi rapuh.
- Pastikan Minyak Cukup Panas: Ketika menggoreng perkedel, pastikan minyak sudah cukup panas. Menggoreng perkedel dalam minyak panas akan membantu menjaga kepadatannya.