
Kelengkeng merah salah satu varietas baru buah kelengkeng yang masih satu turunan dengan kelengkeng Aroma Durian yang rasanya manis dan lezat. Perlu kita ketahui bahwa kelengkeng merah bukalah hasil persilangan, melainkan hasil dari mutasi gen. Buah kelengkeng biasa yang mempunyai gen berwarna cokelat mengalamai mutasi gen karena pengaruh radiasi sinar kosmik berupa proton, electron dan energy atom yang menyebabkan perubahan pada tanaman kelengkeng. Tidak hanya buahnya yang berwarna merah, manum tangkai, daun dan bunganyapun juga berwarna kemerahan.
Kelengkeng merah mempunyai kemampuan beradaptasi di berbagai kondisi alam, tanaman ini mampu tumbuh subur di dataran tinggi maupun dataran rendah dengan tingkat keasaman tanah sekitar 5,5 sampai 5,6. Sedangkan iklim yang cocok untuk budidaya kelengkeng ini antara iklim basah, iklim sedang, dan agak basah. Tanaman kelengkeng bisa tumbuh dengan baik di tempat terbuka.
Rasanya yang manis membuat kelengkeng yang satu ini menjadi primadona baru bagi anda pecinta buah kelengkeng. Daun tanaman kelengkeng merah mengalami perubahan warna pada masa pertumbuhannya, saat daunnya masih muda berwarna cokelat kemerahan, kemudian menjadi hijau saat dewasa dan kembali berwarna cokelat kemerahan saat daun sudah tua.
Bibit kelengkeng merah atau sering disebut kelengkeng Ruby Longan ini dapat anda tanam di lahan, pekarangan rumah maupun di dalam pot dengan diameter pot antara 60-80 cm.
Hal yang pertama harus diperhatikan dalam menanam kelengkeng merah dalam pot adalah memilih bibit yang baik. Pilihlah bibit hasil okulasi karena akan lebih cepat tumbuh dan berbuah. Perhatikan pula kondisi fisik bibit.
Bibit yang baik memiliki daun yang segar dan rimbun, akarnya banyak dan basah, batangnya kuat, dan sambungannya bagus. Biasanya bibit yang sudah siap tanam berukuran tinggi sekitar 75 cm.
Selanjutnya, memilih pot. Pot dapat menggunakan bahan apapun, mulai dari plastik, kayu, tanah liat, hingga planter bag. Hanya perlu dipastikan bahwa pot memiliki lubang di bagian bawahnya untuk mengalirnya kelebihan air setelah proses penyiraman karena akar tanaman ini tidak tahan hidup dalam air yang menggenang.
Diameter pot disesuaikan dengan ukuran bibit yang dipilih, makin tinggi bibit yang akan ditanam berarti makin besar diameter pot yang diperlukan.
Setelah menentukan pot yang akan digunakan, letakkan pecahan genting atau bata merah setebal 5 cm dan ijuk di dasar pot. Fungsinya adalah untuk memberi jarak antara media tanam dengan lubang pada bagian bawah pot agar kelebihan air dapat lebih mudah mengalir keluar.
Untuk media tanam, siapkan campuran tanah, pupuk kandang fermentasi, serbuk sabut kelapa, dan sekam bakar dengan perbandingan yang seimbang (1 : 1 : 1 : 1). Tambahkan anticendawan yang berbahan aktif karbofuran untuk menghindari hama atau penyakit.
Setelah media tanam siap, masukkan ke dalam pot hingga ketinggian setengah dari tinggi pot. Buat lubang tempat menanam bibit tepat di bagian tengah pot, sesuaikan ukuran lubang dengan besar dan tinggi bibit yang akan ditanam. Biasanya bibit dijual dalam polybag.
Berhati-hatilah ketika membuka polybag, usahakan agar media tanam di dalam polybag tidak tumpah sehingga akar dengan media tanam tetap menyatu. Setelah bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam, tambahkan media tanam yang masih tersisa hingga mendekati bobor pot agar seluruh akar tanaman tertutup semua dan padatkan.
Pasang penyangga dan ikatkan pada batang agar nantinya pohon kelengkeng yang ditanam tidak mudah roboh dan dapat tumbuh tegak. Sirami sampai air keluar dari bagian bawah pot lalu letakkan di tempat yang teduh. Biarkan hingga tumbuh tunas baru. Setelah itu, pindahkan ke tempat yang mendapat sinar matahari penuh.
Sumber:
https://samudrabibit.com/blog/cara-mudah-menanam-dan-merawat-kelengkeng-merah-dalam-pot/