
Banyak calon penulis yang merasa putus asa karena berkali kali mengajukan naskah ke penerbit di tolak. Seringkali saya bilang pada murid murid saya, bahwa naskah yang di tolak penerbit belum tentu jelek. Banyak hal yang menyebabkan suatu naskah ditolak oleh suatu penerbit diantaranya:
· Naskah kurang tepat diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan atau penerbit yang bersangkutan belum atau tidak pernah menerbitkan naskah-naskah sejenis. Sebagai contoh anda mengirimkan naskah seputar kesehatan ke penerbit yang hanya menerbitkan buku pertanian, maka bisa dipastikan naskah anda akan ditolak. Jika anda ingin menerbitkan naskah seputar kesehatan maka lebih tepat anda kirimkan ke penerbit yang sudah biasa menerbitkan buku kesehatan
– Tema naskah tidak sesuai dengan trend yang ada. Naskah yang diterbitkan oleh sebuah penerbit umumnya dapat digolongkan menjadi dua jenis. Yang pertama adalah naskah yang berkaitan dengan trend sehingga hanya akan laku dalam waktu singkat sesuai trend yang ada misalkan budidaya ikan hias tertentu misalkan louhan, tanaman hias tertentu misalkan anthurium, wabah penyakit tertentu misalkan Flu burung sedang yang kedua adalah naskah yang laku sepanjang masa, artinya naskah tersebut akan selalu dicari orang karena dibutuhkan setiap saat setiap waktu tanpa mengenal trend misalkan cara memupuk tanaman, mengasuh balita, sukses wawancara kerja dan lain sebagainya. Oleh karena itu jika anda memasukkan naskah yang terkait trend namun itu anda lakukan ketika trend topik tersebut sudah menurun maka kemungkinan besar naskah anda akan ditolak karena dianggap sudah tidak ekonomis dan sangat beresiko besar jika penerbit yang bersangkutan menerbitkan naskah tersebut misalkkan saat ini trend tentang anthurium dan wabah flu burung sudah menurun maka saya sarankan anda tidak memasukkan naskah seperti itu, karena kemungkinan untuk diterima oleh suatu penerbit sangat kecil.
– Penerbit kurang menguasai naskah yang anda kirim. Saat ini memang dunia penerbitan sedang berkembang pesat sehingga banyak penerbit yang dulunya mengkhususkan diri untuk menerbitkan satu tema saja misalkan kesehatan, komputer, pertanian, atau peternakan kini membuka lini untuk buku-buku umum. Jadi mereka menerima segala bentuk naskah. Namun sangat disayangkan tidak semua sumber daya manusia di dalam penerbit tersebut menguasai seluruh naskah yang masuk. Maklumlah misalnya sedari awal mereka terlatih untuk menilai naskah untuk kesehatan kemudian tiba-tiba harus menilai naskah politik, kadang-kadang mereka belum siap sehingga mereka kurang tahu mana naskah yang baik dan mana naskah yang buruk.
– Tulisan yang berputar putar, sekilas tidak menarik, tidak memiliki konsep yang jelas. Dewan redaksi pada suatu penerbitan umumnya adalah orang orang yang sibuk, mereka banyak di deadline. Karena itu buatlah tulisan yang tidak berputar putar, manfaatnya langsung bisa di rasakan pembaca dan buatlah bahasa yang semenarik mungkin terutama di awal awal tulisan anda agar dewan redaksi jatuh cinta pada pandangan perama. Bagilah dalam bab bab yang jelas, tuangkan dalam bahasa yang seringan mungkin. Anda menulis untuk di ambil manfaatnya untuk pembaca. Tulisan yang baik adalah tulisan yang langsung bisa dipahami dan di ambil manfaatnya oleh pembaca, bukan tulisan yang berputar putar sehingga membuat dahi pembaca berkerut melihatnya.
Oke, semoga artikel ini bermanfaat bagi para calon penulis. Selamat berjuang, jangan pernah menyerah mari coba lagi dan coba lagi memasukkan ke penerbit. Salam buat murid murid saya, semuga sukses, yakinlah buku buku anda akan segera terbit